offshore's blog

Most recent posts Most popular posts
Send to friends  Add to my favorite blogs  Bookmark and Share

KISAH PARA SYUHADA - KISAH TELADAN

08-Mar-07
KISAH PARA SYUHADA

By. JOHEROL AMRULLAH/eROL



Dalam suatu kisah yang dipaparkan Al Yafi dari Syeikh Abdul Wahid bin Zahid, dikatakan: Suatu hari ketika kami sedang bersiap-siap hendak berangkat perang, aku meminta beberapa teman untuk membaca sebuah ayat. Salah seorang lelaki tampil sambil membaca ayat Surah At Taubah ayat 111, yang artinya sebagai berikut :



"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu?min, diri dan harta mereka dengan memberikan sorga untuk mereka"





Selesai ayat itu dibaca, seorang anak muda yang berusia 15 tahun atau lebih, bangkit dari tempat duduknya. Ia mendapat harta warisan cukup besar dari ayahnya yang telah meninggal. Ia berkata:"Wahai Abdul Wahid, benarkah Allah membeli dari orang-orang mu'min diri dan harta mereka dengan sorga untuk mereka?" "Ya, benar, anak muda" kata Abdul Wahid. Anak muda itu melanjutkan:"Kalau begitu saksikanlah, bahwa diriku dan hartaku mulai sekarang aku jual dengan sorga."





Anak muda itu kemudian mengeluarkan semua hartanya untuk disedekahkan bagi perjuangan. Hanya kuda dan pedangnya saja yang tidak. Sampai tiba waktu pemberangkatan pasukan, ternyata pemuda itu datang lebih awal. Dialah orang yang pertama kali kulihat. Dalam perjalanan ke medan perang pemuda itu kuperhatikan siang berpuasa dan malamnya dia bangun untuk beribadah. Dia rajin mengurus unta-unta dan kuda tunggangan pasukan serta sering menjaga kami bila sedang tidur.





Sewaktu sampai di daerah Romawi dan kami sedang mengatur siasat pertempuran, tiba-tiba dia maju ke depan medan dan berteriak:"Hai, aku ingin segera bertemu dengan Ainul Mardhiyah . ." Kami menduga dia mulai ragu dan pikirannya kacau, kudekati dan kutanyakan siapakah Ainul Mardiyah itu. Ia menjawab: "Tadi sewaktu aku sedang kantuk, selintas aku bermimpi. Seseorang datang kepadaku seraya berkata: "Pergilah kepada Ainul Mardiyah." Ia juga mengajakku memasuki taman yang di bawahnya terdapat sungai dengan air yang jernih dan dipinggirnya nampak para bidadari duduk berhias dengan mengenakan perhiasan-perhiasan yang indah. Manakala melihat kedatanganku , mereka bergembira seraya berkata: "Inilah suami Ainul Mardhiyah . . . . ."





"Assalamu'alaikum" kataku bersalam kepada mereka. "Adakah di antara kalian yang bernama Ainul Mardhiyah?" Mereka menjawab salamku dan berkata: "Tidak, kami ini adalah pembantunya. Teruskanlah langkahmu" Beberapa kali aku sampai pada taman-taman yang lebih indah dengan bidadari yang lebih cantik, tapi jawaban mereka sama, mereka adalah pembantunya dan menyuruh aku meneruskan langkah.



Akhirnya aku sampai pada kemah yang terbuat dari mutiara berwarna putih. Di pintu kemah terdapat seorang bidadari yang sewaktu melihat kehadiranku dia nampak sangat gembira dan memanggil-manggil yang ada di dalam: "Hai Ainul Mardhiyah, ini suamimu datang . ..."





Ketika aku dipersilahkan masuk kulihat bidadari yang sangat cantik duduk di atas sofa emas yang ditaburi permata dan yaqut. Waktu aku mendekat dia berkata: "Bersabarlah, kamu belum diijinkan lebih dekat kepadaku, karena ruh kehidupan dunia masih ada dalam dirimu." Anak muda melanjutkan kisah mimpinya: "Lalu aku terbangun, wahai Abdul Hamid. Aku tidak sabar lagi menanti terlalu lama".





Belum lagi percakapan kami selesai, tiba-tiba sekelompok pasukan musuh terdiri sembilan orang menyerbu kami. Pemuda itu segera bangkit dan melabrak mereka. Selesai pertempuran aku mencoba meneliti, kulihat anak muda itu penuh luka ditubuhnya dan berlumuran darah. Ia nampak tersenyum gembira, senyum penuh kebahagiaan, hingga ruhnya berpisah dari badannya untuk meninggalkan dunia.



"Ya Ayuhallazi na'amanu Wattujahidduna fisabilillah Bi Amwalikum Wa'an fusikum, Dzalikum khoirolakum inkuntum ta'lamunna".



Wahai orang orang yang beriman, membela lah kamu sekalian dijalan Allah dengan harta dan diri kalian, Demikian itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengerti.





sEaExPlorer.March.2007.





Posted on 08-MAR-07
Bila abang membuat rujukan kepustakaan.. semestinya tokoh-tokoh Islam zaman silam jua yang tercatit... hati bertanya juga TIDAK ADAKAH TOKOH BERWIBAWA ISLAM AKHIR ZAMAN?

Persoalan ini lama terbiar tanpa jawapan. Hari demi hari dan waktu demi waktu.. terus temui contoh kegigihan,ketakwaan dan semangat asabiah jenerasi zaman Rasulullah dan para sahabatnya sahaja.

Jenerasi akhir zaman ini sesungguhnya umpama buih-buih di permukaan air.

Seperti kisah yang adik Erol paparkan ini.. dalam usia 15 tahun anak muda itu mempunyai semangat juang dan penghayatan Islamnya yang tiada bandingannya.

DI USIA LEWAT 40an INI ABANG SERING MERENUNGI HAL INI.... kerapuhan iman ummat Islam akhir zaman...


Posted on 12-MAR-07
sebenarnya ada, mungkin tidak terjumpa oleh encik. Bacalah tentang Imam Hasan Al-Banna. Syaikh Hasan al-Banna, al-Maududi, Sayed Qutub, Mustafa Masyhur.Di bawah ini saya lampirkan sedikit berkenaan syaikh Hasan al-Banna.







Dilahirkan di desa Mahmudiyah kawasan Buhairah, Mesir tahun 1906 M. Ayahnya, Syaikh Ahmad al-Banna adalah seorang ulama fiqh dan hadits. Sejak masa kecilnya, Hasan al Banna sudah menunjukkan tanda-tanda kecemerlangan otaknya. Pada usia 12 tahun, atas anugerah Allah, Hasan kecil telah menghafal separuh isi Al Qur'an. Sang ayah terus menerus memotivasi Hasan agar melengkapi hafalannya. Semenjak itu Hasan kecil mendisiplinkan kegiatannya menjadi empat. Siang hari dipergunakannya untuk belajar di sekolah. Kemu dian belajar membuat dan memperbaiki jam dengan orang tuanya hingga sore. Waktu sore hingga menjelang tidur digunakannya untuk mengulang pelajaran sekolah. Sementara membaca dan mengulang-ulang hafalan Al Qur'an ia lakukan selesai shalat Shubuh. Maka tak mengherankan apabila Hasan al Banna mencetak berbagai prestasi gemilang di kemudian hari. Pada usia 14 tahun Hasan al Banna telah menghafal seluruh Al Quran. Hasan Al Banna lulus dari sekolahnya dengan predikat terbaik di sekolahnya dan nomor lima terbaik di seluruh Mesir. Pada usia 16 tahun, ia telah menjadi mahasiswa di perguruan tinggi Darul Ulum. Demikianlah sederet prestasi Hasan kecil.



Selain prestasinya di bidang akademik, Beliau juga memiliki bakat leadership yang cemerlang. Semenjak masa mudanya Hasan al Banna selalu terpilih untuk menjadi ketua organisasi siswa di sekolahnya. Bahkan pada waktu masih berada di jenjang pendidikan i'dadiyah (semacam SMP), beliau telah mampu menyelesaikan masalah secara dewasa.





Posted on 08-MAY-07
Benar sekali opinion abang Rafas..bahwa tiada lagi ulama yang mengajarkan makna perjuangan pada umat sekarang ini. Banyak para Ulama hanya mencari kedudukan dan harta dunia semata. Saya sangat stuju dengan pendapat abang.


Posted on 08-MAY-07
Umat Islam akhir zaman...saya juga merenungkan serupa itu juga bang Rafas. Kalau kita rujuk pada hadist2 yang diriwayatkan Muslim, Bukhari dan Sunan Abu Dawud disitu jelas termaktub bahwa pada akhir zaman banyak Ulama ahli akherat akan dimatikan terlebih dahulu dan tinggal Ulama2 hubud Dunia dibumi ini. Dan kitab suci Al Our'anul Karim akan akan hilang dari muka bumi ini, ditarik oleh Allah SWT naik kelangit. Dan yang tersisa hanya kalam Lailahailawlla. Dan kalam itu akan menjadi perdebatan / argumentasi bagi orang2 musrik dan orang kafir. Maka berbahagialah orang2 yang tetap beriman pada sepenggal kalam yang tersisa itu.

Disclaimer: The opinions expressed by MuslimSocial.com's members are entirely their own, and do not necessarily reflect the views of MuslimSocial.com itself.
Privacy | Partners | Help | About Us | Contact Us
© MuslimSocial.com 2005 — 2014. All rights reserved.